Kisah seorang anak yang bernama dewa yang berusaha mengatasi kekurangan keluarganya,yang menjadi tukang sapu di terminal.Dewa selalu bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kakinya terus berjalan dari Perumpung menuju ke Terminal Kampung Melayu. Sinar matahari yang terik dan jarak yang jauh, tak mengalahkan semangatnya untuk cepat menuju terminal dan menyapu jalanan di terminal Kampung Melayu. Perjalanan yang sangat jauh di tempuh oleh Dewa hanya untuk medapatkan upah yang tak seberapa, yaitu lima ribu rupiah. Baginya itu cukup untuk membeli sebungkus nasi bagi keluarganya.
Dewa setelah sampai di terminal tempat ia bekerja sebagai penyapu jalan,ia langsung menyapu wilayah terminal itu.Hari pun sudah siang,dan pekerjaannya sudah selesai,dan saatnya dewa meminta upah kepada mandornya.Sudah selesai pekerjaanmu?(tanya si mandor).Sudah pak(kata di dewa),ini upah buat kamu nak(si mandor memberikan upah kepada dewa),makasih ya pak.sama-sama(kata si mandor).
Lalu dewa bergegas berjalan ke warteg untuk membeli makan untuk keluarganya.
Dewa membeli satu bungkus nasi yang berisi tempe dan bakwan untuk dimakan keluarganya.Lalu ia membayar sebesar lima ribu untuk satu bungkus nasi tempe dan bakwan.
Saatnya dewa pulang dengan membawa sebungkusvnasi tempe dan bakwan.Setelah sampai dirumah dewa memakan sebungkus nasi bersama ayah dan kedua adiknya.Dewa sudah merasa senang karena ayah dan kedua adiknya perutnya sudah terisi dengan makanan,walaupun makanan itu tidak seberapa banyak.
Sekarang ini, Dewa duduk di bangku SD 06 Perumpung kelas 3.Dulu dia pernah berhenti sekolah karena tidak mempunyai biaya untuk membayar sekolahnya.Tapi ia bertekad untuk melanjutkan sekolah demi mencapai cita-citanya.
Dewa sangat sabar melawan kondisi yang ditimpanya.Ia menjadi tulang punggung di keluarganya,karena ayahnya tidak bisa kerja karena tangannya sakit,karena mengangkat barang dipasar,dan ibunya sudah meninggal.Selain itu dewa juga mempunyai 2 kakak,tapi kakaknya yang satu pergi dari rumah dan satunya lagi meninggal,dan akhirnya dewa tinggal bersama ayah dan kedua adiknya.
Sungguh luar biasa pejuangan dewa melawan kondinya yang seperti ini,dan ia rela juga memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan cara bekaerja menjadi penyapu jalanan.
Pesan yang terkandung adalah:
1.Kita harus bersyukur apa yang kita miliki.
2.Kita harus bekerja keras.
3.Jangan mudah menyerah...